Battery Management System Testing – Alat Ukur BMS Battery

Kendaraan Listrik atau EV (Electric Vehicle) saat ini dikenal dengan system penyimpanan energy listriknya menggunakan battery yang dapat discharge & charge (rechargeable batteries), jenis battery yang umum digunakan untuk EV era sekarang ini adalah jenis lithium-ion. BMS (Battery MAnagement System) atau ada juga yang menyebut BMU (Battery Management Unit) mutlak diperlukan sebagai control pada operasional sistem battery isi ulang rechargeable batteries. Sangat penting apabila BMS tersebut memiliki efisiensi yang tinggi, usia pakai yang lama dan aman digunakan. Untuk itu pada proses design dan pembuatan BMS diperlukan alat uji atau alat ukur BMS Battery yang dapat menguji, mengukur dan mensimulasikan operasional BMS sehingga diketahui kehandalan dan kekurangan dari BMS yang diuji tersebut.

apa itu BMS baterai

BMS harus bisa melakukan Cell-to-cell voltage balancing, estimasi SOC (state of chrage), estimasi state of health (SOH) dan mampu mendeteksi kondisi abnormal. Operasional dari sistem charge dan discharge battery akan sangat bervariasi dari sisi efisiensinya, semuanya tergantung kinerja BMS (Battery MAnagement System). Oleh karena itu pengujian rangkaian dan system control BMS dengan Alat Ukur BMS Battery menjadi sangat penting dan tidak bisa diabaikan.

Beberapa metode alat ukur BMS battery terkadang menimbulkan kendala dan masalah. Beberapa masalah yang timbul pada pengujian dan evaluasi BMS untuk peningkatan efisiensi berdasarkan metodenya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

permasalahan uji BMS

Pada Metode 1 dan Metode 2. Dengan menggabungkan baterai asli dan BMS, metode ini membuat pengujian dan verifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan akan sangat sulit. Mengingat masing-masing battery mempunyai karakteristik yang berbeda meskipun merk dan typenya sama.

Di sisi lain, pada Metode 3, power supply dan multimeter digital dihubungkan ke BMS sebagai emulator sel baterry untuk melakukan pengujian. Masalah pertama pada metode ini adalah biaya, semakin banyak channel/input yang diinstall, akan semakin tinggi biayanya. Belum lagi masalah wiring yang kompleks sehingga sistem pengontrolan menjadi agak rumit.

Dengan latar belakang masalah diatas dalam pengujian dan evaluasi BMS Battery, Hioki menawarkan penyederhanaan pengujian Battery Management System (BMS) menggunakan Generator khusus presisi tinggi. Produk alat ukur BMS battery ini berupa Battery Cell Voltage Generator model S7081-50. Alat ukur BMS battery ini mengkombinasikan power supply DC untuk 12 cell, tegangan dan pengukur arus, serta simulasi relay dalam satu alat.

simulasi pengujian BMS baterry

Hioki S7081-50 dapat dikoneksikan ke hubungkan ke BMS board yang akan diuji sebagai simulator sel baterry. Beberapa simulasi yang dapat dilakukan adalah cell balancing, simulasi charge/discharge, serta mampu mendeteksi keadaan abnormal suatu BMS board melalui PC/Laptop yang sudah terinstall aplikasi software khusus dari Hioki. Software analisis ini gratis untuk setiap pembelian Hioki SS7081-50. Untuk koneksi alat uji ke PC/Laptop menggunakan kabel LAN.

Berikut beberapa fitur alat ukur pengujian BMS Hioki SS7081-50

Selengkapnya silahkan Download Catalog Battery Cell Voltage Generator SS7081-50 – PDF

Tuntutan performa dari rechargeable batteries makin hari semakin meningkat. Hal ini diiringi semakin ketatnya persyaratan kualitas BMS. Alat ukur BMS : Battery Cell Voltage Generator SS7081-50 memiliki kapabilitas untuk memenuhi persyaratan ketat kualitas produk BMS. Sehingga BMS yang diuji mempunyai kualitas dan efisiensi tinggi sesuai permintaan pasar. Lihat Beberapa produk Hioki Battery tester.

Lebih detail tentang alat ukur BMS Battery / pengujian & evaluasi BMS menggunakan SS7081-50, serta aplikasi pengujian apa saja yang bisa dilakukan silahkan klik request Hioki E-Presentation. Hioki Indonesia Team dengan senang hati siap berdiskusi dengan Anda.

byafn

 

Presentasi Online Hioki

 

-->